embali menghadapi suksesi, dimaksudkan untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru perioe 2017-2022. Suksesi di Pekan" />
 
Dinilai Sukses Membangun Pekanbaru
Firdaus-Ayat di Mata Para Tokoh Riau
Senin, 19-12-2016 - 20:06:16 WIB
Firdaus-Ayat Cahyadi.

TERKAIT:
 
  • Firdaus-Ayat di Mata Para Tokoh Riau
  •  

    PEKANBARU - Kota Pekanbaru kembali menghadapi suksesi, dimaksudkan untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru perioe 2017-2022. Suksesi di Pekanbaru kali ini dilaksanakan bersama dengan 100 daerah lainnya di Indonesia dalam kegiatan yang bertajuk Pilkada Serentak 2017.

    Salah satu pasangan yang maju lagi di ajang pesta politik tingkat lokal itu adalah Dr H Firdaus ST MT dan H Ayat Cahyadi SSi, yang merupakan pasangan petahana. Keduanya diusung Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Bulan Bintang (PBB).

    Setelah sekitar lima tahun memimpin kota yang menyandang predikat sebagai ibukota Provinsi Riau ini, beragam penilaian pun bermunculan soal kinerja duet Firdaus-Ayat. Tapi terlepas dari berbagai penilaian yang ada, tapi fakta ini sulit dinafikan: sejak empat tahun terakhir, di bawah kepemimpinan Firdaus MT dan Ayat Cahyadi, laju pembangunan fisik, pendidikan dan perekonomian di Pekanbaru terus bergeliat menuju kota metropolitan.

    Setidaknya, ada 14 penghargaan bergengsi tingkat nasional yang diraih pasangan ini selama memimpin. Bahkan, Pekanbaru kini menuai berbagai sanjungan. Dengan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional dan perputaran uang terbesar nomor satu di luar Pulau Jawa dan nomor lima di Indonesia.

    Letaknya yang strategis, jumlah penduduk diatas 1 juta jiwa dan pintu gerbang masuk dari negara-negara Asia, menempatkan Kota Pekanbaru sebagai Kota Tujuan Investasi terbaik di Indonesia. Sebutan-sebutan lain pun bermunculan atas potensi yang dimiliki ibukota Bumi Lancang Kuning itu, mulai dari istilah Kota Smart, Kota Enterpreneur, sampai Kota Metropolitan Madani. Sebutan Kota Metropolitan Madani tidak lahir begitu saja, karena ini merupakan cita-cita Walikota dan Wakil Walikota Firdaus-Ayat Cahyadi yang tertuang dalam visi yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2012.

    Dalam beberapa kesempatan, Walikota Dr H Firdaus MT mengatakan, Kota Metropolitan Madani adalah suatu tekad bagi pengembangan kota berperadaban dan siap menyongsong tantangan masa depan. Tekad tersebut merupakan tujuan bersama yang sudah tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2012.

    ''Kata Madani yang kami pakai untuk menyebut Kota Pekanbaru ini adalah suatu kata di dalam visi antara kepala daerah masa bakti 2012-2017 mewujudkan Kota Metropolitan Madani. Visi ini mengacu kepada visi daerah sebelumnya yang sudah dibukukan dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2011,'' urai Firdaus.

    Berikut dinukilkan pendapat sejumlah tokoh Riau tentang kepemimpinan Walikota Pekanbaru (non akfit) Firdaus dan Wakil Walikota Pekanbaru (non aktif) Ayat Cahyadi.


    Drs H Achmad MSi
    Plt. Ketua DPD Partai Demokrat Riau



    Bukan Sekadar Janji, Tapi Bukti
    Mendukung pasangan Firdaus-Ayat kembali maju dalam pertarungan pemilihan Walikkota Pekanbaru dan Wakil Walikota Pekanbaru pada Februari 2017 mendatang bukan lantaran Firdaus kader Demokrat, tapi selama kepemimpinan Firdaus-Ayat pembangunan Pekanbaru berkembang sangat pesat. Selama kepemimpinan mereka, Pekanbaru aman dan pembangunan berkembang pesat.

    Mengapa memilih pasangan Firduas-Ayat? Karena banyak pembangunan yang telah dilakukan seperti membangun rumah sakit umum, SMK teknologi, SM Madani, dan masih banyak pembangunan lainnya. Beliau pemimpin yang cerdas, selama kepimpinannya Pekanbaru menjadi kota tujuan investasi terbaik.

    Dengan banyaknya investasi yang masuk ke Pekanbaru, tentu membuka lapangan pekerjaan. Kini kita lihat pembangunan hotel menjamur di Pekanbaru, ini tentunya membuka lapangan pekerjaan baru. Apa yang dilakukan Firdaus-Ayat, bukan sekadar janji tapi bukti. Mereka sudah membuktikan kinerjanya dalam membangun Pekanbaru menuju kota metropolitan madani. Maka kita lanjutkan Firdaus-Ayat, sebab masih banyak yang akan mereka lakukan untuk memajukan Pekanbaru.*


    Drs H Wan Abu Bakar MS

    Mantan Gubernur Riau

    Foto Novrizon Burman.

    Sudah Teruji dan Layak Memimpin Kembali
    Masyarakat Kota Pekanbaru, yang akan menggunakan hak pilihnya dalam Pilwako Pekanbaru 2017, diharapkan obyektif dalam menjatuhkan pilihan politiknya, untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru periode 2017-2022. Dalam konteks ini, saya menilai pasangan Firdaus-Ayat yang maju lagi dinilai sudah teruji dan layak diberi kepercayaan untuk kembali memimpin Pekanbaru.

    Harus juga menjadi bahan pertimbangan, yaitu konsep Pekanbaru Madani yang diusung pasangan Firdaus-Ayat Cahyadi sudah berjalan dengan baik di tengah-tengah kompleksitas Kota Pekanbaru. Walaupun perlahan, tapi progresnya cukup baik, ini memang bukan pekerjaan mudah karena Pekanbaru masyarakatnya heterogen.

    Kita juga tak mungkin menutup mata, selama kepemimpinan pasangan itu terjadi berbagai perubahan yang signifikan di Kota Pekanbaru. Visinya jauh ke depan, misalnya jalan-jalan lingkungan banyak di lakukan perbaikan dan perluasan, penertiban pasar-pasar untuk dijaga keindahannya, termasuk terobosan membangun komplek perkantoran dan lain-lain. *


    drh H Chaidir MM
    Mantan Ketua DPRD Riau

    Foto Novrizon Burman.

    Mereka Punya Visi dan Perencanaan yang Bagus
    Firdaus bersama pasangannya, Ayat Cahyadi, yang telah sekitar lima tahun memimpin Kota Pekanbaru, memiliki visi yang bagus dalam mengelola Pekanbaru, yang bersatus sebagai ibukota Provinsi Riau ini. Beliau juga memiliki perencanaan kota metropolitan itu dan memahami filosofinya.

    Dengan visi perencanaan seperti itu yang telah disusun Firdausi, aset milik pribadi warga masyarakat otomatis akan meningkat nilainya berlipat-lipat. Saya punya keyakinan sebuah kota modern akan terwujud, dan masyarakat Kota Pekanbaru akan menikmatinya.

    Pada bagian lain, Pekanbaru telah memenuhi semua persyaratan sebagai sebuah kota metropolitan, dan dalam sebuah kota metropolitan, birokrasi pemerintah kota yang dipimpin oleh walikota harus mampu berpikir strategis. Walikota harus secara terus menerus menggerakkan seluruh potensi kota dan harus memiliki kemampuan menggerakkan private sector, terutama kalangan investor untuk sama-sama mengisi pembangunan kota.

    Dalam lingkungan masyarakat perkotaan yang demikian, perencanaan yang bagus, komprehensif dan konsisten menjadi modal dasar dan sekaligus instrumen yang sangat diperlukan untuk memberikan kepastian berinvestasi. Dan Dr H Firdaus ST MT, walikota incumbent, memenuhi semua syarat untuk itu, karena memiliki visi dan kapasitas perencanaan yang bagus.*


    Nurzahedi (Eddy Tanjung)
    Anggota DPR RI



    Tugas Firdaus Belum Selesai
    Telah menyelesaikan periode pertama masa jabatannya sebagai Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru periode 2012-2017, sejatinya tugas pak Firdaus sebagai walikota belumlah selesai. Beliau akan segera menyelesaikan dinding dan atapnya dan bagian lainnya, hingga semua bangunan tersebut sempurna.

    Untuk itu pak Firdaus harus menjadi walikota kedua kalinya, terutama dimaksukan untuk menyelesaikan sejumlah bengkalai selama ini, dan untuk membuat Kota Pekanbaru semakin maju. Saya secara pribadi maupun partai, sangat mendukung pak Firdaus untuk menjadi Walikota kedua kalinya.

    Pertimbangannya, dalam pengamatan saya, geliat pembangunan di Pekanbaru selama hampir lima tahun ini sangat positif. Pertumbuhan investasi juga cukup menggembirakan. Ini bisa kita lihat dengan menjamurnya pusat-pusat bisnis, seperti perhotelan, pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan lainnya.

    Artinya, investor memandang Pekanbaru sebagai kota yang cukup menjanjikan. Kondisi ini jelas tidak terlepas dari kepemimpinan kepala daerahnya sehingga mampu menciptakan kenyamanan dan kemudahan bagi para investor untuk berinvestasi. Ke depan saya optimis, Pekanbaru akan jauh lebih maju dan berkembang, menyusul akan dikembangkanya konsep pembangunan Pekanbaru Smart City.*


    Sofyan Siroj
    Ketua DPD PKS Pekanbaru

    Foto Novrizon Burman.

    Konsisten Menjaga Keseimbangan
    Program-program Pemko Pekanbaru di bawah kepemimpinan Walikota Firdaus dan Wakil Walikota Ayat Cahyadi sangat jelas dalam keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan mental/rohani masyarakat. Hal ini dengan ditandai dengan pembangunan infrastruktur mulai yang skala besar (pembangunan jalan lingkar, rumah sakit, dan komplek perkantoran yang membuka daerah baru, pembukaan kawasan industri) sampai pada yang skala kecil (jalan lingkungan dan drainase lingkungan).

    Namun dengan semua pembangunan fisik tersebut, Firdaus-Ayat tidak melupakan pembangunan mental/rohani masyarakat yang ditandai dengan pembangunan Masjid Paripurna sampai ke tingkat kelurahan. Kita ketahui, masjid adalah pusat kegiatan dan peradaban.

    Selain itu, keinginan pasangan Firdaus-Ayat dalam mewujudkan masyarakat Madani di Kota Pekanbaru dalam pengertian kota yang memiliki akhlak mulia, peradaban maju, modern, memiliki kesadaran sosial yang kuat, gotong royong, toleran, dalam sistem politik yang demokratis dan ditopang oleh supremasi hukum yang berkeadilan, berpendidikan maju, berbudaya melayu, aman, nyaman, damai sejahtera, bertanggung jawab serta berlandaskan iman dan taqwa, menunjukkan bahwa pasangan ini sangat komit dan perhatian terhadap pelestarian nilai-nilai keimamanan dan ketaqwaan serta nilai budaya melayu yang sangat identik dengan Islam.*


    Prof. Dr. Detri Karya, SE. MA
    Rektor Universitas Islam Riau
    Gambar terkait

    Membawa Perubahan di Banyak Sektor
    Harus jujur diakui, sejak sekitar lima tahun terakhir, yaitu sejak Pekanbaru dipimpin duet Walikota Firdaus dengan Wakil Walikota Ayat Cahyadi  banyak perubahan pembangunan di banyak sektor. Tidak terkecuali sektor yang termasuk cukup strategis, yaitu pendidikan.

    Seperti data yang saya ketahui, selama rentang waktu 2012-2016, sedikitnya ada sekitar 21 unit sekolah baru dengan jumlah 392 ruang kelas baru (RKB) yang dibangun. Jumlah ini berasal dari berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Ini adalah fakta yang patut diapresiasi. Artinya, progres pembangunan cukup positif. Mungkin ke depan bisa ditingkatkan dengan bebagai inovasi.*


    HR Maizir Mit SE MBA
    Tokoh Masyarakat Melayu Riau

    Foto Novrizon Burman.

    Pemimpin Santun dan Religius
    Dalam pandangan saya, pasangan Dr H Firdaus ST MT dan H Ayat Cahyadi SSi, sudah cukup berhasil membangun kota Pekanbaru hampir lima tahun kepemimpinan mereka. Sudah banyak yang mereka perbuat dengan berbagai terobosannya.

    Pembangunan-pembangunan yang mereka lakukan, sudah dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Pekanbaru. Dan ke depan, tentu harus terus diperkuat dan berkesinambungan.

    Saya juga melihat, mereka berdua memiliki kepribadian yang santun dan religius. Sosok kepemimpinan, memang sangat kental dalam diri Firdaus-Ayat.


    Arifin Bantu Purba
    Tokoh Masyarakat Batak di Riau



    Heterogen, Tapi Tak Ada Gejolak Sosial
    Arifin Bantu (AB) Purba menilai masyarakat Batak di Pekanbaru melihat kepemimpinan Firdaus cukup bagus. Perkembangan kota begitu terasa, hubungan eksekutif dengan legislatif juga bagus. Sselain itu, kondisi sosial masyarakat juga kondusif dan harmonis, tidak ada gejolak atau riak-riak meski masyarakat Pekanbaru begitu heterogen.

    (Purba mengatakan itu dalam pertemuan pengurus Ikatan Keluarga Batak Riau (IKBR) pimpinan Tumpal Hutabarat dengan Firdaus di rumah dinas wali kota di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru, Senin (18/1). Selain Tumpal dan Purba, turut hadir para tokoh masyarakat Batak di Riau antara lain H Fachruddin, Viator Butar-butar, JP Simanjuntak atau lebih dikenal dengan Raja Tartar Simanjuntak, Alisyahbana Ritonga, Raya Nainggolan, Fery Sandra Pardede, H Pangoloan Hasibuan, dan Solo Marbun).

    Melihat semua kondisi yang ada, kami menyatakan tidak ragu-ragu bahwa untuk melanjutkan rencana besar menjadikan Pekanbaru kota metropolitan yang madani, pak Firdaus harus melanjutkan kepemimpinan ke periode kedua.  Kami melihat satu periode, tidak akan cukup untuk melaksanakan program-program yang telah disiapkan, apalagi ada sebuah rencana besar.*


    Suradi Paijan
    Tokoh Masyarakat Jawa di Riau



    Tak Ada Aparat Pemko Berurusan dengan KPK
    Selain mencatat sejumlah keberhasilan di berbagai sektor pembangunan, baik fisik maupun non-fisik, saya punya satu catatan khusus selama lima tahun pasangan Walikota Firdaus dan Wakil Walikota Ayat Cahyadi memimpin Kota Pekanbaru, yaitu pelaksanaan pemerintahan yang tergolong relatif bersih.

    Buktinya, selama lima tahun kepemimpinan Firdaus-Ayat saya tak pernah mendengar ada satu aparat Pemko Pekanbaru, mulai dari jajaran terendah sampai ke yang tertinggi, berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi. Ini membuktikan, kepemimpinan duet ini mampu menerapkan prinsip-prinsip pemerintahan yang bersih, yang terjauh dari praktek KKN (korupsi, kolusi, nepotisme).

    Di tengah tingkat kepercayaan publik yang terus menurun terhadap aparat pelaksana pemerintah oleh karena kasus KKN, apa yang telah diperlihatkan dan dibuktikan pasangan Firdaus-Ayat selama lima tahun memimpin Pekanbaru, yaitu penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, memang pantas diapresiasi. Pasangan ini mampu menunjukkan contoh nyata yang baik kepada publik.

    Pendapat saya, warga Pekanbaru seyogianya memberi amanah sekali lagi untuk pasangan ini buat memimpin kota ini dalam rentang waktu lima tahun ke depan. Sebab, selama lima tahun terakhir memimpin Pekanbaru, selain sejumlah program sudah berjalan sebagai yang ditargetkan, masih ada sejumlah program yang memerlukan penanganan segera. Untuk hal-hal semacam ini jelas membutuhkan kontiniutas.

    Maka, sangat wajar kalau Firdaus-Ayat diberi amanah satu periode lagi, terutama dimaksudkan untuk menyelesaikan sejumlah program yang masih terbengkalai. Yang kita cemaskan, kalau terjadi pergantian pucuk pimpinan di kota ini, program-program itu tidak ditindaklanjuti. Sebab, sebagian besar dari program-program seperti itu menyentuh langsung kepentingan masyarakat banyak. (spm)



     
    Berita Lainnya :
  • Firdaus-Ayat di Mata Para Tokoh Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Siaran TV Digital Masih Menunggu Ekosistem
    2 Ini Data 104 Perusahaan yang Diduga Lakukan Alih Fungsi Lahan Versi Komisi A DPRD Riau
    3 Dinilai Sukses Membangun Pekanbaru
    Firdaus-Ayat di Mata Para Tokoh Riau
    4 Advertorial Pemko Pekanbaru
    2019, Pemko Targetkan Pekanbaru Terbebas dari Kawasan Kumuh
    5 Ini Harga iPhone 7 dan iPhone 7 Plus dari iBox!
    6 Dewan Pengupahan Sepakati UMK Inhil 2017 Rp2.342.160
    7 Para Pasangan Calon di Pilwako Pekanbaru dan Pilkada Kampar Jalani Tes Kesehatan
    8 Advertorial Pemko Pekanbaru
    Lakukan Pemerataan Pembangunan dengan Pengembangan Kawasan Tenayan Raya
    9 Ada yang Menarik di Mesjid An-Nizham Pantai Raja Kampar, Ini Dia!
    10 Advertorial Pemko Pekanbaru
    Tolak Transportasi Online, Cara Dishub Pekanbaru Memelihara Angkutan Konvensional
     
     
    Senin, 16-Desember-2019 | Jam Digital
    PEDOMAN MEDIA SIBER
    © 2015-2017 PEKANBARUSATU.COM, All Rights Reserved
    lace frontal wigscurly hair weave