Keluhan Masyarakat Terdampak Covid-19
Sabtu, 11-04-2020 - 11:42:44 WIB
Oleh: Mutia Khanza Azzahrani

PENULARAN Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) atau corona terus berkembang di seluruh dunia. Virus yang berasal dari Wuhan ini sudah menyebar hampir ke seluruh negara yang ada di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut infeksi Covid-19 ini sudah berkategori pandemi.

Menurut World Health Organization (WHO), Covid-19 menular melalui orang yang telah terinfeksi. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut ketika seseorang yang terinfeksi virus ini bersin atau batuk. Tetesan itu kemudian mendarat di sebuah benda atau permukaan yang lalu disentuh, dan orang sehat tersebut menyentuh mata, hidung atau mulut mereka.

Virus corona juga bisa menyebar ketika tetesan kecil itu dihirup oleh seseorang ketika berdekatan dengan yang terinfeksi corona. "Itu sebabnya penting untuk menjaga jarak 1 meter lebih dari orang yang sakit. Hingga kini belum ada penelitian yang menyatakan virus corona COVID-19 bisa menular melalui udara," jelas WHO seperti dikutip dari situsnya.

WHO menambahkan gejala Covid-19 yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare. Gejala-gejala ini bersifat ringan dan terjadi secara bertahap.

Sejumlah negara sudah menerapkan karantina massal. Mulai dari sekolah, kampus, tempat wisata, bahkan kantor pelayanan publik sekalipun. Kebijakan ini dikenal sebagai lockdown. Kebijakan lockdown merupakan pertaruhan antara keselamatan ekonomi dan keselamatan manusia. Dampak untuk lockdown akan sangat besar sekali, misalnya harus mempetimbangkan ketersediaan pasokan logistik terutama pangan dan obat-obatan.

Terus Bertambah

Virus Corona ini telah berdampak besar bagi perekonomian warga negara Indonesia seperti imbauan #WorkFromHome, #StayAtHome, #SocialDistancing, yang berdampak terhadap penurunan para pekerja informal yang bergantung dari pendapatan harian seperti supir angkutan umum, dan pedagang asongan.

Dikutip dari acara TV One Indonesia Lawyers Club, Rabu (31/3/2020), Enang Junaedi yang berprofesi sebagai pedagang asongan bercerita tentang dia merantau ke Jakarta untuk menafkahi keluarganya di kampung. Enang adalah salah satu pekerja informal yang terdampak akibat diterapkannya kebijakan work from home (bekerja dari rumah).

“Mayoritas orang kecil, merasakan kekurangan pendapatan. Pengusaha kecil pendapatannya berkurang. Taksi, Gojek, bajaj tidak ada sewa,” ujar Enang Junaedi.

“Berapa pendapatan normal bapak sebelum adanya virus yang pandemi ini?” tanya Presiden ILC Karni Ilyas.

“Kalau normalnya sebelum ada musibah ini bisa Rp60 sampai Rp70 ribu per hari. Setelah adanya pandemi ini, cukup untuk makan saja sudah alhamdulillah," ujarnya.

Enang Junaedi juga menceritakan anak dan istrinya yang selalu memintanya untuk pulang. Namun ia dilema karena di kampung juga tidak ada kerjaan, dan situasi Indonesia sekarang semua dibatasi.

Enang jadi bingung bagaimana caranya untuk pulang, sementara untuk ongkos juga ia tidak punya. Enang berharap kepada pemerintah agar ia bisa pulang ke kampung supaya anaknya tenang.

"Ini saya mau pulang tapi bagaimana, kalau tidak pulang juga bagaimana. Saya ingin pulang supaya anak saya tenang, karena di Jakarta sudah banyak orang yang meninggal," jelas Enang Junaedi.

Dalam kesempatan yang sama, Sabarudin seorang sopir Jak Lingko (Armada dari program pemerintah) juga menyampaikan keluh kesahnya.

"Keputusan diliburkan sangat berdampak kepada kami. Terlebih untuk yang sudah berkeluarga, kami bingung karena armada kami tidak beroperasi lagi sampai waktu yang belum ditentukan," ujarnya.

Sabaradin mewakili teman-temannya memohon kepada pihak terkait yang menangani dan mengurusi armada Jak Lingko supaya memberikan kebijakan dan kompensasi.

Seandainya permohonan ini sudah dipenuhi, ia juga berencana untuk pulang kampung. Namun menurutnya, ini seperti mau melangkah di depan laut, mau mundur tembok di belakang. Artinya, di sini sudah tidak ada pekerjaan, mau pulang kampung juga semua dibatasi. ***

Penulis:
Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, UIN Suska Riau
 
 
Lainnya :
  • Keluhan Masyarakat Terdampak Covid-19
  •  
     
     
    Selasa, 01-Desember-2020 | Jam Digital
    PEDOMAN MEDIA SIBER
    © 2015-2020 PEKANBARUSATU.COM, All Rights Reserved