UNDANG UNDANG GOBAN
Selasa, 14-06-2016 - 16:31:55 WIB
Oleh: WillyFwi

Malam ini...
Kawasan Bandar Serai (Purna MTQ), ramai oleh beberapa kelompok ABD dan lapak-lapak pedagang petasan.
Sesekali terdengar letusan menggelegar diikuti tawa dan tepuk tangan pengunjung, menambah semarak suasana.

Malam itu...
Setahun yang lalu, juga pada bulan ramadhan, suasana di ruang publik itu lebih kurang sama.
Bahkan, semakin dekat ke hari Lebaran maka Bandar Serai pun semakin hot. Dan saking hot-nya, hingga petasan-petasan itu pernah hampir mengamputasi jari salah seorang pengunjung; juga memecahkan kaca jendela anjungan Kabupaten Indragiri Hulu dan akhirnya berujung keributan.

Kembali ke malam ini...
Seseorang, dengan mengatasnamakan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 187 KUH Pidana tentang Bahan Peledak, dengan gagah berani mendatangi pedagang petasan, lalu dengan lancar melafalkan teks UU tersebut.
Pedagang petasan yg merasa terancam, langsung pasang muka memelas sambil berkata..."Ini, ambil lah untung saya sebagian," sambil menyelipkan lembaran lima puluh ribu rupiah.

Malam ini...
Maka persoalan pun selesai....langit Bandar Serai kembali penuh warna diiringi gelegar, dentuman, dan cekikikan.

Malam esoknya...
Suasana yang hampir sama kembali terulang.
Seseorang itu dengan langkah tegap kembali menghampiri para pedagang.
Karena merasa sudah tahu sama tahu, langsung saja ia menengadahkan tangan....
PEDAGANG: Maksudnya apa ini?
SESEORANG: Atas nama UU Darurat No 12 Tahun 1951 dan Pasal 187 KUH Pidana tentang Bahan Peledak.
Sambil cengengesan pedagang petasan berkata...
"Ini sebenarnya, atas nama undang-undang atau atas nama lima puluh ribu?"

Malam itu...
Ya, sudahlah!

 
 
Lainnya :
  • UNDANG UNDANG GOBAN
  •  
     
     
    Kamis, 19-Mei-2022 | Jam Digital
    PEDOMAN MEDIA SIBER
    © 2015-2020 PEKANBARUSATU.COM, All Rights Reserved