2 Qori Payakumbuh Harumkan Nama Sumbar di Level Nasional, Wako Riza: Saya Spontan Terharu
Jumat, 20-11-2020 - 21:20:41 WIB
Riza Falepi. (f: int)

TERKAIT:
 
  • 2 Qori Payakumbuh Harumkan Nama Sumbar di Level Nasional, Wako Riza: Saya Spontan Terharu
  •  

    PADANG-Trio "Muhammad," yaitu Muhammad Harun Al Rasyid, Muhammad Dhonal Lathif dan Muhammad Hafizul Fikri, mempersembahkan emas perdana bagi kafiah Provinsi Sumatera Barat di ajang MTQ ke-28 tingkat Nasional yang digelar di Padang, Kamis (19/11/2020). Tampil di nomor Fahmi Qur'an, dua dari ketiga trio "Muhammad" itu berasal dari Kota Payakumbuh. Keduanya adalah Muhammad Harun Arrasyid dan Muhammad Dhonan Lathif.

    Sontak, prestasi trio "Muhammad" itu membuat bangga Wali Kota Payakumbuh, H. Riza Falepi. Wako Riza bangga karena dua dari tim FahmilQur'an, yaitu Muhammad Harun Al Rasyid dan Muhammad Dhonal Lathif, adalah putera Payakumbuh yang kini tercatat sebagai siswa SMA ICBS BoardingSchool di Kota Randang. "Mendengar tim FahmilQur'an tampil sebagai pemenang di depan Gubernur Irwan Prayitno, spontan saya juga ikut terharu. Allahu akbar, anak-anak Payakumbuh sudah memberikan yang terbaik buat Sumatera Barat. Emas perdana lagi," ucap walikotadi Balaikota, Jumat (20/11/2020).

    Selain memberikan apresiasi kepada tim FahmilQur'an, Wali Kota Riza juga menyampaikan ucapan terimaksih kepada pembimbing dan guru kedua qori Payakumbuh itu. "Terimakasih Ustadz Verdi (guru ICBS) dan Kabag Kesra Setdako Ulfakhri," tambah walikota. Ustad Verdi atau lengkapnya Okta Verdi Andika merupakan guru ICBS, sekaligus menjadi pembimbing kedua anak dimaksud.

    Harun Arrasyid atau yang akrab dipanggil dengan Harun merupakan anak ketiga dari lima bersaudara, buah pasangan Zaharman (PNS) dan Nurni (guru SD). Pria yang dilahirkan 1 November 2001 ini sehari-hari di lingkungan ICBS Payakumbuh dibimbing oleh Ustadz Verdi dan Ustadz Muslim. Mengagumi Buya Hamka, Harun punya cita-cita yag mulia, yaitu ingin menjadi ulama.

    Pernah merebut gelar juara I FahmilQur'an di MTQ Tingkat Sumbar di Solok pada 2019 lalu, Harun memiliki harapan ke depan untuk menjalani hidup yang lebih baik, lebih tenang, lebih cerdik, lebih berani, lebih berguna dan bermanfaat untuk agama nusa dan bangsa serta menjadi pelindung untuk keluarga. Satu hal yang menjadi pengalaman berharga bagi Harun adalah, menyadari menghafal Al-Qur'an adalah segalanya.

    Tentang pelajar atau generasi muda yang hidup di zaman sekarang, Harun punya pandangan tersendiri. "Pelajar atau generasi muda hari ini terlalu lemah secara moral dan watak," katanya. "Ini yang membuat izzah pelajar hilang di mata masyarakat."

    Merujuk penuturan orangtuanya, menurut Harun, realitas pelajar hari ini berbeda dengan dahulu. Dikatakan, dulu para pelajar banyak mendapat dispensasi di tengah masyarakat. Ia mencontohkan di angkot (angkutan kota), penumpang dari kalangan pelaar tidak dipungut bayaran.

    "Tapi hari ini pelajar tak lagi dihargai," ia menambahkan. Harun menyebut penyebabnya adalah hukum sebab-akibat. "Masyarakat perlu dipahamkan lagi tentang penting dan mulianya belajar. Tapi untuk menuju ke arah itu  pelajarlah yang harus memunculkan mulianya ilmu," ungkap pria yang memiliki hobi membaca, olahraga, dan menelaah ini, panjang-lebar.

    Satu lagi putera Payakumbuh yang mengharumkan nama Sumbar di tingkat nasional adalah Muhammad Dhonan Lathif. Akrab dipanggil Dhonan, anak ketiga dari tiga bersaudara kelahiran Bukittinggi pada 11 April 2004 ini merupakan buah perkawinan pasangan Wirda dan Elfi Joni, keduanya PNS (pegawai negeri sipil). Sama dengan Muhammad Harun Arrasyid, di lingkungan ICBS Payakumbuh pria ini juga menjadi binaan Ustadz Okta Verdi Andika dan Ustadz Muslim.

    Dhonan sudah mengoleksi sejumlah gelar juara dan penghargaan yang telah mengangkat namanya itu. Antara lain, juara 3 cerdas cermat pentas PAI Tingkat Sumbar 2017, juara I MTQ cabang Fahmil Qur'an  Tingkat Payakumbuh tahun 2018, juara I MTQ cabang FahmilQuran tingkat Sumbar tahun 2019, juara 2 MTQ Cabang Kitab Standar Tingkat Payakumbuh tahun 2020, dan lainnya.

    Ketika mengikuti pentas PAI Tingkat Sumbar tahun 2017, Dhonan punya pengalaman pribadi yang tidak akan pernah terlupakan. "Saya menjadi sombong, tak tahu dari mana datangnya,"  kenang Dhonan. Kesombongan yang kemudian membuat Dhonan tak jadi mampu mencapai yang terbaik, karena harus puas dengan predikat sebagai peraih gelar juara 3. "Pengalaman itu menjadi pembalajaran yang sangat berharga bagi saya," tambahnya.

    Ditanya pandangannya tentang pelajar atau generasi muda yang hidup di zaman sekarang, penyuka dendeng ini menilai pelajar zaman sudah banyak yang semakin jauh dari Alqur'an. "Mudah-mudahan ada alan yang membuat kita semua mendekatkan diri ke pada Al-Qur'an sehingga dapat masuk ke surga-Nya," kata Dhonan, yang punya moto hidup
    hargailah masa mudamu yang penuh tantangan dan duri karena itulah bentengmu pada masa tua.

    Bercita-cita menjadi ulama, pengagum Nabi Muhammad SAW dan Ustadz Adi Hidayat ini juga tidak memiliki obsesi yang muluk-muluk tentang hari esoknya, yang ia bungkus dengan kalimat: Mudah-mudahan semakin istiqomah dan kian baik lagi."

    Dikirim Umrah

    Menurut Wali Kota Riza Falepi, prestasi yang diukir putera-puteri Payakumbuh di ajang MTQ Nasional tidak lepas dari visi dan misi daerah dalam bidang pendidikan di kota ini. Sejak jauh hari, pemko bersama sekolah bersinergi agar para pelajar mampu menghafal Alqur'an, mulai dari 5 juz, 10 juz hingga 30 juz. Setiap tahun, tambah Wako Riza, pemko menggelar lomba hafalan Alqur'an tingkat pelajar. Dan bagi yang hafal Alqur'an itu, sebut Riza Falepi, disediakan dana APBD untuk dikirim menjalani ibadah Umrah ke Tanah Suci Mekah.

    "Alhamdulillah, dengan program dimaksud, banyak pelajar di sekolah umum atau sekolah Islam terpadu yang hafal dan memahani kandungan Alqur'an. Prestasi nasional di MTQ ini, bukti nyata pelajar Payakumbuh sudah memetik dari program yang dilakukan selama ini," kata mantan senator dari Dapil Sumbar itu.

    Sementara Kabag Kesra Setdako Payakumbuh Ulfakhri menerangkan, pada MTQ Nasional ke-28 yang dipusatkan di Padang itu, tercatat empat qori dan qoriah Payakumbuh yang ikut dan tergabung ke dalam Kafilah Sumatera Barat. Dua nama lainnya, yaitu Diang Kumala yang turun dalam nomor tim FahmilQur'an puteri. Kemudian, Kuntum Khaira Ummah, yang turun dalam nomor Syahril Qur'anputeri. (dri)




     
    Berita Lainnya :
  • 2 Qori Payakumbuh Harumkan Nama Sumbar di Level Nasional, Wako Riza: Saya Spontan Terharu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Siaran TV Digital Masih Menunggu Ekosistem
    2 Ini Data 104 Perusahaan yang Diduga Lakukan Alih Fungsi Lahan Versi Komisi A DPRD Riau
    3 Dinilai Sukses Membangun Pekanbaru
    Firdaus-Ayat di Mata Para Tokoh Riau
    4 Advertorial Pemko Pekanbaru
    2019, Pemko Targetkan Pekanbaru Terbebas dari Kawasan Kumuh
    5 Ini Harga iPhone 7 dan iPhone 7 Plus dari iBox!
    6 Dewan Pengupahan Sepakati UMK Inhil 2017 Rp2.342.160
    7 Advertorial Pemko Pekanbaru
    Lakukan Pemerataan Pembangunan dengan Pengembangan Kawasan Tenayan Raya
    8 Para Pasangan Calon di Pilwako Pekanbaru dan Pilkada Kampar Jalani Tes Kesehatan
    9 Ada yang Menarik di Mesjid An-Nizham Pantai Raja Kampar, Ini Dia!
    10 Advertorial Pemko Pekanbaru
    Tolak Transportasi Online, Cara Dishub Pekanbaru Memelihara Angkutan Konvensional
     
     
    Sabtu, 28-November-2020 | Jam Digital
    PEDOMAN MEDIA SIBER
    © 2015-2020 PEKANBARUSATU.COM, All Rights Reserved