Satgas Sebut Kasus Covid-19 di Riau Naik 139,4 Persen
Jumat, 27-11-2020 - 13:38:36 WIB
(f: merdeka.com)

TERKAIT:
 
  • Satgas Sebut Kasus Covid-19 di Riau Naik 139,4 Persen
  •  

    JAKARTA-Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengatakan enam dari 13 provinsi prioritas mengalami kenaikan kasus cukup tinggi per 22 November 2020. Kenaikan tertinggi terjadi di Provinsi Riau, mencapai 139,4 persen.

    Jawa Timur menyusul Riau dengan kenaikan kasus positif Covid-19 sebesar 44,4 persen. Kemudian DKI Jakarta 23,9 persen, Sulawesi Selatan 18,8 persen, Kalimantan Selatan 10,4 persen dan Sumatera Utara 9 persen.

    "Kami meminta kepada tiga provinsi dengan tren kenaikan kasus terbesar yaitu Riau, Jawa Timur dan DKI Jakarta untuk betul-betul fokus dalam memutus rantai penularan Covid-19," tegasnya dalam konferensi pers, Kamis (26/11).

    Meski demikian, tujuh provinsi prioritas mencatat penurunan kasus Covid-19. Penurunan terbanyak terjadi di Papua, yakni sebesar 73,8 persen. Kemudian Jawa Tengah 31,2 persen, Jawa Barat 19,6 persen, Kalimantan Timur 9,8 persen, Bali 8,4 persen, Sumatera Barat 7,6 persen dan Aceh 6,7 persen.

    "Kami memberikan apresiasi kepada tiga provinsi dengan tren penurunan kasus positif terbesar yaitu Papua, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Pada pemerintah daerah ini diharapkan jangan lengah atas capaian ini. Tetaplah konsisten menekan angka kasus untuk terus menerus nantinya jumlah kasus positif dapat hilang sepenuhnya," katanya, sebagaimana dilansir merdeka.com.

    Wiku mengingatkan, penetapan 13 provinsi prioritas penanganan Covid-19 dilakukan pada awal November 2020. Semula, provinsi prioritas penanganan Covid-19 hanya delapan yang ditetapkan pada Juli, kemudian naik menjadi 10 pada Oktober 2020.

    Saat itu, keputusan menentukan provinsi prioritas penanganan Covid-19 karena jumlah kasus positif dan kematian di wilayah tersebut masih tinggi. Di saat bersamaan, tingkat kesembuhan dari Covid-19 masih rendah.

    "Waktu yang cukup lama ini seharusnya digunakan dengan baik untuk menekan kasus bukan menjadi lengah sehingga berdampak pada masih terjadinya kenaikan kasus positif. Pemerintah daerah dari daerah prioritas yang tidak kunjung membaik perkembangan Covid-19 sampai saat ini mohon agar membaca data dan jadikan data sebagai acuan pengambilan keputusan sesuai arahan presiden," tegas Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia ini. (dri)



     
    Berita Lainnya :
  • Satgas Sebut Kasus Covid-19 di Riau Naik 139,4 Persen
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Siaran TV Digital Masih Menunggu Ekosistem
    2 Ini Data 104 Perusahaan yang Diduga Lakukan Alih Fungsi Lahan Versi Komisi A DPRD Riau
    3 Dinilai Sukses Membangun Pekanbaru
    Firdaus-Ayat di Mata Para Tokoh Riau
    4 Advertorial Pemko Pekanbaru
    2019, Pemko Targetkan Pekanbaru Terbebas dari Kawasan Kumuh
    5 Ini Harga iPhone 7 dan iPhone 7 Plus dari iBox!
    6 Dewan Pengupahan Sepakati UMK Inhil 2017 Rp2.342.160
    7 Advertorial Pemko Pekanbaru
    Lakukan Pemerataan Pembangunan dengan Pengembangan Kawasan Tenayan Raya
    8 Para Pasangan Calon di Pilwako Pekanbaru dan Pilkada Kampar Jalani Tes Kesehatan
    9 Ada yang Menarik di Mesjid An-Nizham Pantai Raja Kampar, Ini Dia!
    10 Advertorial Pemko Pekanbaru
    Tolak Transportasi Online, Cara Dishub Pekanbaru Memelihara Angkutan Konvensional
     
     
    Rabu, 27-Januari-2021 | Jam Digital
    PEDOMAN MEDIA SIBER
    © 2015-2020 PEKANBARUSATU.COM, All Rights Reserved