Terkait Isu Monopoli dan Penggelapan Pajak, Pihak Among Bantah Tudingan RSW
Kamis, 05-08-2021 - 17:23:48 WIB

TERKAIT:
 
  • Terkait Isu Monopoli dan Penggelapan Pajak, Pihak Among Bantah Tudingan RSW
  •  

    PEKANBARU – Haryanto alias Among membantah hasil investigasi Riau Social Work (RSW) di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, yang menuding pihaknya sebagai pemasok tunggal tandan buah sawit (TBS), yang berasal dari kawasan hutan ke pabrik kelapa sawit (PKS).

    Bahkan, pihaknya juga membantah tuduhan perusahaannya melakukan penggelapan pajak kepada Pemerintah.

    Hal itu disampaikan Hotli Maruli Sirait, Direktur CV. Sawit Alam Permai kepada awak media, Kamis (5/8/2021).

    Menurut Hotli, selama ini sawit yang mereka distribusikan ke setiap PKS justru berasal dari kebun masyarakat dan pihaknya menolak buah sawit yang berasal dari kebun yang berada di hutan lindung.

    "Selama ini buah sawit yang kita beli melalui tiga perusahaan yang saya pimpin dari kebun-kebun masyarakat," ujar Hotli.

    Terkait tudingan pihaknya memonopoli penjualan buah sawit ke setiap PKS, hal itu juga dibantah oleh Hotli.

    Menurutnya, terkait delivery order (DO) yang mereka miliki, itu tergantung PKS yang bersangkutan, dan hal itu tidak hanya perusahaan dia saja yang mendapatkan.

    "Tudingan itu tidak mendasar. Penentu DO adalah PKS, dan kalau PKS menilai kita bagus, tentu mereka akan keluarkan DO," tegasnya seraya menambahkan bahwa Haryanto alias Among tidak terlibat langsung di perusahaan sebagaimana dituduh RSW.

    Begitu juga terkait tudingan pihaknya melakukan penggelapan pajak, juga dibantah oleh Hotli.

    Lulusan STEI Rengat ini mengatakan perusahaan yang dia pimpin, tidak pernah menunggak apa lagi tidak membayar pajak atau melakukan penggelapan pajak.

    "Pembayaran pajak adalah kewajiban, dan semua usaha saya memiliki NPWP, terdaftar dan dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP). CV saya juga taat pajak dan disiplin menyampaikan SPT pajak, baik masa maupun tahunan," ujar Hotli.

    Bahkan, perusahaanya juga pernah mendapatkan Penghargaan dari kantor pajak. "Kami bangga membayar pajak karena bisa membantu meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) melalui pajak yang kami bayarkan," tambah Hotli seraya mempersilakan berbagai pihak untuk konfirmasi kepada Perpajakan.

    Terakhir, dia menambahkan, jangan ada lagi pemberitaan yang tidak mendasar apalagi sabotase. "Di masa pandemi ini mari kita bersama-sama mematuhi prokes Covid-19, membantu meningkatkan ekonomi masyarakat dan petani. Jayalah petani sawit," tutup Hotli. (pku1)



     
    Berita Lainnya :
  • Terkait Isu Monopoli dan Penggelapan Pajak, Pihak Among Bantah Tudingan RSW
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Siaran TV Digital Masih Menunggu Ekosistem
    2 Ini Data 104 Perusahaan yang Diduga Lakukan Alih Fungsi Lahan Versi Komisi A DPRD Riau
    3 Dinilai Sukses Membangun Pekanbaru
    Firdaus-Ayat di Mata Para Tokoh Riau
    4 Nestlé Koko Krunch Gelar Koko Olimpiade di 45 Kota
    5 Advertorial Pemko Pekanbaru
    2019, Pemko Targetkan Pekanbaru Terbebas dari Kawasan Kumuh
    6 Dewan Pengupahan Sepakati UMK Inhil 2017 Rp2.342.160
    7 Ini Harga iPhone 7 dan iPhone 7 Plus dari iBox!
    8 Advertorial Pemko Pekanbaru
    Lakukan Pemerataan Pembangunan dengan Pengembangan Kawasan Tenayan Raya
    9 Ada yang Menarik di Mesjid An-Nizham Pantai Raja Kampar, Ini Dia!
    10 Para Pasangan Calon di Pilwako Pekanbaru dan Pilkada Kampar Jalani Tes Kesehatan
     
     
    Kamis, 19-Mei-2022 | Jam Digital
    PEDOMAN MEDIA SIBER
    © 2015-2020 PEKANBARUSATU.COM, All Rights Reserved