Kemilau Riau yang Galau
Selasa, 16-08-2016 - 20:09:43 WIB

Oleh: Novrizon Burman

PROVINSI Riau baru saja merayakan hari jadi yang ke-59, yang puncaknya dilaksanakan pada Selasa (9/8/2016); yang kemudian disusul dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI (Republik Indonesia), yang puncaknya dilaksanakan pada Rabu (17/8/2016), yang biasanya dimeriahkan dengan seabreg kegiatan.
  
Itu artinya, masyarakat Riau kembali disuguhkan dengan aneka kegiatan yang sarat dengan muatan seremoni yang dipertontonkan ke publik. Sejumlah pejabat yang  hilir-mudik dengan berjas-berdasi, satu misal, atau ibu-ibu yang bersanggul dan berkonde tebal menggunung, akan atau malah sudah tampak lalu-lalang untuk menuju tempat-tempat tertentu.
  
Juga akan ada pawai, pameran, karnaval, malam hiburan, dan segudang kegiatan lainnya, yang ke semuanya hendak menyiratkan satu hal: Riau sebagai sebuah daerah otonom, bahagian tak terpisahkan dari NKRI; sejalan dengan peringatan hari jadi ke-59 dan HUT RI ke-71, sudah tampil sebagai sebuah daerah yang maju, kaya, jaya, gemah ripah loh jinawi.

Sesuatu yang masuk akal, sebenarnya. Di usia provinsi ini yang suda 59 tahun, apalagi usia kemerdekaan RI yang sudah 71 tahun, wajar saja semua mimpi anak negeri sudah berwujud dalam kenyataan. Apalagi, sebagai sebuah provinsi yang sudah tergolong ''berumur'', dari segi potensi sumber daya alam, kurang apa Riau?

Disebut ''di atas minyak, di bawah minyak,'' Riau termasuk satu di antara tidak banyak provinsi di republik ini yang menyandang predikat sebagai daerah yang kaya-raya. Sumur minyaknya yang tak henti-hentinya mengucurkan minyak, sudah memberi kontribusi yang tidak sedikit, termasuk bagi Indonesia. Hamparan perkebunan kelapa sawit juga membentang begitu luas, yang bila dilihat seperti sesayup-sayup mata memandang, karena memiliki luas dalam itungan jutaan hektare.

Tapi apa yang dilihat masyarakat pada setiap perayaan hari besar kenegaraan atau daerah, yang berlangsung dalam siklus sekali setahun, belum sepenuhnya menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Karena di tengah Riau yang kemilau, yang cemerlang dan terbilang, sejatinya masih menyimpan begitu banyak galau.

Galau yang bersumber dari sejumlah realitas empiris. Galau yang juga seakan belum usai-usainya, kendati sudah terjadi beberapa kali pergantian di pucuk pimpinan daerah. Rasa galau yang sering menyeret pemikiran banyak orang lari pada satu pertanyaan: seberapa serius penguasa negeri berupaya untuk mengatasi sejumlah persoalan mendasar yang seakan sudah akut itu?

Persoalan listrik dan ancaman kabut asap yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan, untuk menyebut beberapa contoh. Begitu kaya Riau dengan sumber energi dengan berbagai jenisnya itu, maka akan menjadi satu ironi kalau sejauh ini Riau masih dihadapkan dengan keterbatasan energi listrik. Sebuah kondisi yang sering menghambat aktivitas anak negeri, yang sejauh ini juga belum mampu dicarikan sebuah solusi yang komprehensif.

Keterbatasan daya listrik untuk kondisi sekarang ini tidak lagi bisa dipandang sekadar menghambat aktivitas sosial masyarakat. Lebih dari itu, begitu banyak kegiatan yang terhalang oleh daya listrik yang rendah, di mana sebagian di antara kegiatan itu memiliki nilai ekonomi.

Kabut asap yang bersumber dari karhutla juga diharapkan jangan dipandang dengan sebelah mata. Kendati tidak separah tahun-tahun sebelumnya, tapi gelagat Riau akan kembali dikepung kabut asap sudah mulai tampak. Titik-titik api sudah mulai bermunculan dari sejumlah tempat. Dari hari ke hari biang penyebab kabut asap kian membesar, yang menyulut keprihatinan yang mendalam.

Begitu sulitkah memecahkan persoalan karhutla sehingga persoalan itu menjadi ''PR'' yang selalu muncul setiap musim datang kemarau? Begitu tidak mudahkah untuk menjadi biang penyebabnya sehingga seolah terjadi ''pembiaran,'' untuk kemudian ''membiarkan'' juga sejumlah kepentingan publik yang begitu luas dikorbankan untuk itu?
  
Jawabannya, sebagian besar ada di hati nurani para penguasa negeri.***

 
 
Lainnya :
  • Kemilau Riau yang Galau
  •  
     
     
    Kamis, 19-Mei-2022 | Jam Digital
    PEDOMAN MEDIA SIBER
    © 2015-2020 PEKANBARUSATU.COM, All Rights Reserved